penjelasan kepemimpinan syalendra
Sejarah
angela2992
Pertanyaan
penjelasan kepemimpinan syalendra
1 Jawaban
-
1. Jawaban wijayailham45
Pada awalnya Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah ini memang berdiri dengan dua wangsa (keluarga) yang pada saat itu pendiri wangsa Sanjaya adalah Raja Sanjaya yang menggantikan Raja Sanna. Setelah Raja Sanjaya wafat kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Syailendra, pendiri wangsa Syailendra.
Sejak itulah muncul kekuasaan dua dinasti yang lebih mencolok di Mataram. Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu didirikan oleh Sanjaya pada tahun 732, sedangkan Dinasti Syailendra yang bercorak Budha Mahayana didirikan oleh Bahanu pada tahun 752. Kedua dinasti ini berkembang dengan damai.
Di awal kepemimpinannya tidak ada masalah yang berarti, hingga muncullah perdebatan seiring dengan semakin luasnya salah satu kekuasaan di antara mereka. Berikut perkembangan yang terjadi di Dinasti Sanjaya dan Syailendra.
Dinasti Syailendra
Di awal kepemimpinannya, Dinasti Syailendra ini memegang kemudi terdepan dari Dinasti Sanjaya. Hal tersebut dikarenakan pada masa Dinasti Syailendra upaya politik perdagangan yang dilakukan sukup dinilai cukup berani. Pada masa pemerintahan Raja Indra tahun 782-812, Syailendra mengadakan ekspedisi perdagangan ke Sriwijaya.
Ekspredisi yang dilakukan ini tentu saja berdampak positif bagi majunya Dinasti dan memperluas jaringan mereka. Tidak hanya itu yang dilakukan oleh Syailendra untuk memuluskan kerja politiknya, Raja Syailendra kemudian mengadakan perkawinan politik dengan Kerajaan Sriwijaya. Puteranya Samaratungga dinikahkan dengan Dewi Tara, putri raja Sriwijaya.
Sejak itulah kekuasaan Dinasti Syailendra meluas hingga Sriwijaya, hubungan baik yang terjalin membuat Dinasti Syailendra jauh lebih dikenal oleh masyarakat dibandingkan Dinasti Sanjaya. Dinasti Syailendra yang diduga berasal dari daratan Indocina (sekarang Thailand dan Kamboja) mengadakan perlawanan pada tahun 790 melawan Chenla (Kamboja).
Kemenangan tersebut dipimpin oleh Syailendra secara langsung dan sebagai buah dari kemenangannya, ia sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun. Di tahun-tahun inilah kejayaan dinasti Syailendra tidak ada tandingannya. Hingga sampai pada pergantian Raja, Samaratungga menggantinkan ayahnya memimpin dinasti dan membangun Candi Borobudur pada tahun 812-833.