IPS

Pertanyaan

Apakah hasil komisi bahasa yang dibentuk Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan Mr. R Soewandi pada tanggal 18 Juni 1947?

1 Jawaban

  • Mata pelajaran: IPS Sejarah

    Kelas: SMA

    Kategori: Sejarah Badan Bahasa

    Kata kunci: hasil komisi bahasa yang dibentuk Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan Mr. R Soewandi pada tanggal 18 Juni 1947

    Pembahasan:

    Pada tahun 1947 Mr. Soewandi selaku Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan menugasi R.T. Amin Singgih Tjitrosomo untuk menyiapkan pembentukan suatu lembaga negara yang menangani masalah pemeliharaan dan pembinaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.Akan tetapi, pembentukan lembaga Negara tersebut belum dapat terbentuk karena pada saat itu para ahli dan sarjana bahasa banyak yang mengungsi ke luar kota Jakarta. Persiapan yang telah dilakukan baru sampai pada pembentukan Panitia Pekerja berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Nomor 700/Bhg.A. tanggal 18 Juni 1974. Panitia Pekerja itu merupakan satu unit yang dikepalai oleh Mr. St. Takdir Alisjahbana dengan R.T. Amin Singgih Tjitrosomo sebagai sekretaris, dan dibantu oleh lima orang anggota, yaitu Adinegoro, W.J.S. Porwadarminta, Ks. St. Pamuntjak, R. Satjadibrata, dan R.T. Amin Singgih Tjitrosomo.

    Saat penjajahan Belanda, Panitia Pekerja di Jakarta belum dapat membentuk suatu lembaga penelitian bahasa. Setelah beberapa bulan Pemerintah Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta, maka Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Mr. Santoso, menugasi R.T. Amin Singgih Tjitrosomo untuk menyiapkan pembentukan lembaga bahasa secara lengkap. Beberapa bulan setelah itu, dibentuklah suatu lembaga otonom yang berada langsung di bawah Jawatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan. Lembaga tersebut bernama BALAI BAHASA. Balai Bahasa diresmikan pada bulan Maret 1948 di Yogyakarta atas dasar Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Mr. Ali Sastroamidjojo, Nomor 1532/A tanggal 26 Februari 1948. Pemimpin umum Balai Bahasa mula-mula adalah P.F. Dahler alias Amin Dahlan, kemudian R.T. Amin Singgih Tjitrosomo sebagai pejabat sementara. Karena P.F. Dahler meninggal dunia, selanjutnya pemimpin umum dipegang oleh Prof. Dr. Prijana. Adapun sekretaris Balai Bahasa adalah I.P. Simandjuntak. Balai Bahasa mempunyai empat seksi, yaitu (1) Seksi Bahasa Indonesia, (2) Seksi Bahasa Jawa, (3) Seksi Bahasa sunda, dan (4) Seksi Bahasa Madura. Tugas dan kegiatan Balai Bahasa ialah

    a.meneliti bahasa Indonesia dan bahasa daerah, baik lisan maupun tulis, baik yang masih hidup maupun yang sudah tidak digunakan lagi,

    b.memberi petunjuk dan pertimbangan tentang bahasa kepada masyarakat, dan

    c.membina bahasa. Kala itu Balai Bahasa sudah mempunyai kantor cabang yang berkedudukan di Bukittinggi.

     




    Gambar lampiran jawaban claramatika

Pertanyaan Lainnya