teks hikayat galuh digantung
B. Indonesia
aqmafc3980
Pertanyaan
teks hikayat galuh digantung
1 Jawaban
-
1. Jawaban winfreysianturi
Sejarah Silsilah Dewa NayakesumaBangbang Sedaka, seorang dewa yang memerintah di bumi, pada suatu ketika ia kembali ke asalnya (kayangan) sehingga Kerajaan Mayapadi menjadi sunyi. Atas perintah Batara Guru, Batara Nayakesuma dan isterinya turun ke Mayapadi untuk meramaikan kembali Kerajaan Mayapadi. Batara Nayakesuma dikaruniai lima orang anak, empat orang laki-laki dan satu orang perempuan. Keempat anak laki-laki itu dirajakan di Kripan, Daha, Gegelang, dan Singasari. Sedangkan anak perempuan ditempatkan di Panggung Wetan (di daerah Kerajaan Daha). Batara Nayakesuma dan isterinya kembalike kayangan.Sang Nata Kuripan dikaruniai empat orang anak laki-laki. Dari Permaisuri dikaruniai tiga orang anak laki-laki, yaitu Raden Inu Kertapati, Raden Carang Tinangluh dan Raden Mertaningrat. Dari Paduka Mahadewi dikaruniai satu orang anak laki-laki, yaitu Raden Kertabuana.Sang Nata Daha dikaruniai empat orang anak, tiga orang anak pereampuan dan satu orang laki-laki. Dari Permaisuri dia dikaruniai satu orang anak perempuan dan satu orang anak laki-laki, yaitu Raden Galuh Canderakirana dan Raden Perbatasari. Dari Paduka Mahadewi dia dikaruniai dua orang anak perempuan, yaitu Raden Galuh Ajeng dan Raden Galuh Uwi.Sang Nata Gegelang dikaruniai dua orang anak, satu orang perempuan dan satu orang laki-laki, yaitu Raden Galuh Agung dan Raden Sirikan. Sang Nata Singasari dikaruniai satu orang anak perempuan, yaitu Raden Galuh Ratna Juita. Sedangkan Ratu Emas tidak dikaruniai anak.b. Sejarah Galuh DigantungRatu Bengawan Awan mengirim utusan ke Daha untuk meminang Raden Galuh Canderakirana walaupun ia telah mengetahui bahwa Raden Galuh telah menjadi istri Adipati Tamabakbaya. Selain surat pinangan, Ratu Bengawan Awan mengutus pula Ken Seroja untuk memasang guna-guna terhadap Raden Galuh Canderakirana.Utusan itu dicaci-maki dan diusir Adipati Tambakbaya. Tetapi guna-guna itu berhasil memperdaya Raden Galuh Canderakirana. Akibat guna-guna dan ditambah pula dengan dorongan Ratu Emas di Panggung Wetan, Raden Galuh mengusir Adipati Tambakbaya secara kasar agar pergi dari Kerajaan Daha.Setelah diobati oleh Raden Perbatasari, Raden Galuh sadar bahwa suaminya sudah pergi dari Daha karena diusirnya, ia sangat menyesali perbuatan itu.Raden Galuh Canderakirana melarikan diri dari Daha bersama Ken Bayan dan Ken Sanggit dengan maksud menyusul suaminya. Adipati Tambakbaya telah jauh dari Kerajaan Daha. Pada suatu malam ia beristirahat di bawah sebatang pohon bersama pengawalnya. Sementara Raden Galuh Canderakirana berhari-hari tak pernah berhenti mencari Adipati Tambakbaya, karena terlalu letih berjalan ia tertidur di bawah pohon randu yang tidak jauh dari tempat Adipati Tambakbaya beristirahat. Adipati Tambakbaya segera melihatnya, ia sangat gembira. Tetapi kegembiraan itu segera lenyap, setelah Adipati Tambakbaya ingat akan apa yang telah Raden Galuh Canderakirana perbuat padanya. Dendam dan kebenciannya meluap sehingga ia memerintahkan pengawalnya (Mertakati dan Mertasari) menggantung Raden Galuh Canderakirana serta dua orang penggiringnya di atas pohon randu itu.