tokoh perlawanan VOC yang mendampingi Pangeran Hidayatullah dari Kerajaan Banjar adalah...
Sejarah
piatoschitato
Pertanyaan
tokoh perlawanan VOC yang mendampingi Pangeran Hidayatullah dari Kerajaan Banjar adalah...
1 Jawaban
-
1. Jawaban firda454
Pangeran Nata yang menjadi wali putra mahkota, mengangkat dirinya menjadi raja dengan gelar Sultan Tahmidullah II (1785-1808) dan membunuh semua putra almarhum Sultan Muhammad. Pangeran Amir, satu-satunya pewaris tahta yang selamat, berhasil melarikan diri lalu mengadakan perlawanan dengan dukungan pamannya Arung Turawe, tetapi gagal. Pangeran Amir (kakek Pangeran Antasari) akhirnya tertangkap dan dibuang ke Srilangka.
rakyat Banjar:
Pangeran Hidayatullah
Pangeran Antasari
Aling
Tumenggung Antaludin - pemimpin benteng Gunung Madang
Tumenggung Surapati
Demang Lehman
Panglima Bukhari
Tumenggung Jalil - pemimpin benteng Tundakan
Panembahan Muhammad Said
Panglima Batur
Panglima Umbung
Panglima Wangkang
Penghulu Muda
Penghulu Rasyid
Penghulu Suhasin
Raden Djaija - Kepala Pulau Petak Hilir
Tagab Obang
Pambakal Sulil - pemimpin perjuangan di sungai Kapuas Murung
Muhammad Seman.
Kiai Suta Kara - pemimpin benteng Martagiri-Tapin
Pangeran Tjitra Kasoema - pemimpin benteng Gunung Jabuk
Kiai Raksapati
Toemenggoong Aria Pattie- Kepala Dusun Hilir)
Ratu Zaleha
Wulan Jihad - pejuang wanita Dayak Kenyah
Tumenggung Gamar
Pangeran Miradipa - gugur dalam pertempuran Paringin
Pangeran Syarif Umar (ipar P. Hidayatullah) - gugur dalam pertempuran Paringin
Tumenggung Naro
Haji Buyasin[12]
Kiai Tjakrawati
Galuh Sarinah - isteri Kiai Tjakrawati
Aji Pangeran Kusumanegara - Raja Cantung-Buntar Laut
Panglima Unggis, dimakamkan di desa Ketapang, Gunung Timang, Barito Utara.Panglima Sogo, yang turut menenggelamkan kapal Onrust milik Belanda 26Desember1859 di Lewu Lutung Tuwur, makamnya di desa Malawaken, Teweh Tengah, Barito Utara.Panglima Batu Balot (Tumenggung Marha Lahew), panglima wanita yang pernah menyerang Fort Muara Teweh tahun 1864-1865, makamnya di desa Malawaken (Teluk Mayang), Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara.Dammung Sayu, kepala suku Dayak Maanyan Kampung MagantisPatih Gangsar, kepala suku Dayak TaboyanGusti Buasan, pejuang dari desa Marindi, Haruai, TabalongGusti Berakit (Berkek), cucu Pangeran AntasariPanglima Amir, pejuang suku AcehPanglima Usup, pejuang suku AcehPangeran PerbatasariPangeran Aminullah, menantu Pangeran Prabu AnomAntung DurrahmanGusti AtjilKiai Sari Kodaton, Kepala Distrik MargasariAluh IdutHabib Ali, pemimpin Arab Kalimantan BaratPanglima Mat Narungdari PutussibauPanglima WangkangTamanggung AwanTamanggung BalereTamanggung EcutRaden SahidarRaden TimbangPanglima Kumis BajaH.M.AminPanglima Bitik Bahe (dari Lanjas),Damang Luntung (dari Pendreh),Damang Laju (dari Jingah)Tamanggung DanomTamanggung Angis (dari Montallat)Raden JoyoPanglima IntiUpengTamanggung Jadam (dari Sungai Teweh)Panglima BahiTamanggung Lawas (dari Sungai Lahei)Tokoh pihak kolonial Belanda :
Augustus Johannes Andresen
George Frederik Willem Borel
Karel Cornelis Bunnik
F.P. Cavaljé
P.P.H. van Ham
Karel van der Heijden
Christiaan Antoon Jeekel
H.L. Kilian
Franz Lodewijk Ferdinand Karel von Pestel
Evert Willem Pfeiffer
Joost Hendrik Romswinckel
Charles de Roy van Zuydewijn
C.E. Uhlenbeck
Gustave Verspijck
Johannes Jacobus Wilhelmus Eliza Verstege
Jacobus Agustinus Vetter
Stephanus Johannes Boers
Pangeran Djaija Pamenang - Regent Martapura
Radhen Adipati Danoe Redjo - Regent Amuntai
Toemenggoeng Nicodemus Djaija Negara- Kepala distrik Pulau Petak
Pangeran Sjarif Hamid - Raja Batulicin
Soeto Ono- Kepala distrik Sihoeng
Toemenggoeng Djaja Kartie- Kepala distrik Patai
Haji Kuwit
Kiai Ranga Nitie
Tumenggung SilamDemang Sylvanus
Sultan Hidayatullah Halil illah bin Pangeran Ratu Sultan Muda Abdurrahman, atau lebih dikenal sebagai Pangeran Hidayatullah atau Hidayatullah II (lahir di Martapura,1822 – meninggal di Cianjur, Jawa Barat, 24 November 1904 pada umur 82 tahun) adalah salah seorang pemimpin Perang Banjar dan berkat jasa-jasa kepada bangsa dan negara, pada tahun 1999 pemerintah Republik Indonesia telah menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama.
Masa kekuasaanSeptember 1859 – 2 Maret 1862Dinobatkan9 Oktober 1856 (Mangkubumi Banjar)
September 1859 (Sultan Banjar, dinobatkan rakyat Banua Lima)GelarSultan Hidayatullah II
Sultan Hidayat[2]
Pangeran Hidayat
Pangeran Hydaijat Oellah[3]
Gusti Andarun atau Gusti Darun[4]:PendahuluSultan Tamjidullah al-Watsiq BillahPenggantiPanembahan Amiruddin Khalifatul MukmininPasangan
Ratu Mas Bandara binti Pangeran Marta bin Pangeran penghulu Muhammad Yassin
Ratu Mas Ratna Kediri binti Pangeran Parbaya bin Pangeran Mangkoe Boemi Nata
Gusti Siti Aer Mas binti Pangeran Tahmid bin Sultan Sulaiman[4]
Nyai Arpiah
Nyai Rahamah
Nyai Umpay
Nyai Putih
Nyai Jamedah
Nyai Ampit
Nyai Semarang