Apa makna ikat kepala atau pola penari remo?
Sejarah
Nkmia
Pertanyaan
Apa makna ikat kepala atau pola penari remo?
1 Jawaban
-
1. Jawaban Nana055
Makana nya adalah
Pada mulanya pola segitiga merupakan salah satu bentuk simbol yang sangat kuat melekat pada tari Ngremo, simbol tersebut ada pada pola gerak kaki saat melakukan gerakan iket maupun pada ikat kepala (udeng).
Sampai tahun 1980-an saya masih sering melihat para penari Ngremo tradisi pada umumnya menggunakan pola segitiga saat melakukan ragam gerak tari iket. Iket merupakan salah satu gerak penghubung yang menjadi transisi dari ragam yang satu ke ragam yang lain. Pola gerak kaki dilakukan dengan cara merapatkan kaki kanan kearah depan kaki kiri (posisi telapak kaki kiri dan kanan bersilangan terbuka) kemudian dilanjutkan dengan melangkah (napak) kaki kanan kedepan diikuti dengan kaki kiri merapat pada kaki kanan, (posisi mirip berdiri tegak, kedua telapak berjajar membentuk posisi V), selanjutnya kaki kiri kembali melangkah mundur diikuti dengan napak kaki kanan menuju posisi tanjak.
Posisi tanjak atau umumnya dikenal dengan adeg, merupakan sikap sempurna dalam tari Ngremo, posisi telapak terbuka kesamping kiri (untuk kaki kiri) dan kesamping kanan (untuk kaki kanan), posisi tubuh merendah dengan cara membentuk lutut dalam posisi siku 135 derajat, mata lutut masing-masing menghadap kearah kiri dan kanan.
Pola segitiga juga terdapat pada persilangan kain ikat kepala pada bagian kening kanan dan ujung kain yang dimunculkan sedikit di bagian tengah dahi (tepat diatas hidung.
Pola segitiga tersebut merupakan simbol gerak yang mempunyai makna tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan.
Pola segitiga terdiri atas tiga sudut, dua sudut menghadap kesamping kiri dan kanan sebagai posisi kaki saat tanjak (sikap adeg), dan satu sudut yang ada di depan sebenarnya merupakan proyeksi tentang arah keatas (langit),yaitu tempat yang diyakini adanya Tuhan.
Dua sudut yang menghadap kesamping kiri dan kanan memberikan makna tentang keberadaan manusia dengan alam dan lingkungannya yang ada di bumi. Keberadaan bumi dan langit merupakan sebuah kehidupan yang saling berinteraksi.
Pola segitiga ini juga banyak hadir pada seni pencaksilat tradisi pada saat tampil dalam pencak jidoran atau dikenal pula sebagai pencak kembangan.
Kini pola ini sudah sangat jarang dilakukan oleh generasi baru penari Ngremo panggungan (tradisi), karena mereka banyak yang berkiblat pada model tari Ngremo hasil penataan di lembaga pendidikan kesenian di Jawa Timur yang lebih mengacu pada tari Ngremo gaya Munali Fatah.
Sekian
Semoga Membantu ya dan bermanfaat ya kak :)