IPS

Pertanyaan

Sebutkan peran dunia internasional ketika terjadi konflik indonesia belanda

1 Jawaban

  • Peranan Internasional Dalam Membantu Penyelesaian Konflik Indonesia – Belanda
    a. Peranan Perserikatan Bangsa Bangsa

    Inilah gedung yang menjadi Markas Besar PBB di New York.
    PBB mempunyai peranan yang besar dalam menyelesaikan pertikaian Indonesia Belanda setelah proklamasi kemerdekaan.
    Sumber : Atlas Sejarah Dunia
    Peranan PBB dalam ikut menyelesaikan pertikaian Indonesia dengan Belanda diwujudkan dengan dibentuknya Badan Perdamaian yang bertugas menengahi perselisihan dan menjadi mediator dalam perundingan perdamaian Indonesia Belanda. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia setelah proklamasi tercatat ebeberapa badan Perdamaian yang dibentuk PBB untuk Indonesia adalah :
    1. Komisi Jasa Baik (Komisi Tiga Negara)
    Lembaga ini dibentuk pada tanggal 25 Agustus 1947 sebagai reaksi PBB terhadap Agresi Militer Belanda I. Lembaga ini beranggotakan 3 negara :
    1) Australia (dipilih oleh Indonesia) : Richard Kirby
    2) Belgia (dipilih oleh Belanda) : Paul Van Zealand
    3) Amerika Serikat (pihak netral) : dr. Frank Graham
    Badan ini berperan dalam :
    a) mengawasi secara langsung penghentian temabak menenmbak sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB
    b) memasang patok-patok wilayah status quo yg dibantu oleh TNI
    c) mempertemukan kembali Indonesia Belanda dalam Perundingan Renville.
    2. UNCI (United Nations Commisions for Indonesia)
    Badan perdamaian ini dibentuk pada tanggfal 28 Januari 1949 untuk menggantikan Komisi Tiga Negara yang dianggap gagal mendamaikan Indonesia – Belanda (Belanda kembali melakukan Agresi Militer setelah P. Renville)
    Peranan UNCI adalah :
    a) mengadakan Perundingan Roem Royen (7 Mei 1949)
    b) mengadakan Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda

    b. Peranan Negara Negara Lain
    1) Konferensi Asia di New Delhi (20 – 25 Januari 1949)
    Konferensi ini terselenggara atas prakarsa PM India Jawaharlal Nehru dan PM Burma (sekarang Myanmar) U Aung San, sebagai bentuk dukungan kepada Indonesia setelah terjadinya Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta. Konferensi berhasil mendesak PBB untuk mengambil langkah tegas atas tindakan Belanda yang melanggar kedaulatan Republik Indonesia.
    2) Pengakuan Kedaulatan RI
    Walaupun bukan sayarat utama aberdirinya sebuah Negara, pengakuan nefgara lain sangat penting bagi eksistensi sebuah Negara dalam pergaulan internasional.
    a) Pengakuan atas kemerdekaan Indonesia pertama kali dari Mesir (14 Juli 1947) disusul kemudian oleh Negara-negara Timur Tengah yang lain. Pengakuan ini atas kerja keras Menteri Luar negeri H. Agus Salim yang mengadakan kunjungan ke Negara Negara Timur Tengah.
    b) Amerika Serikat dan Inggris walaupun secara de facto juga mengakui kedaulatan RI pada tahun 1947
    c) Australia merupakan salah satu pendukung utama RI pada masa-masa mempertahankana kemerdekaan. Australia juga berpartisipasia dalam Konferensi New Delhi.

    1.2 Perjuangan Diplomasi Dalam Mempertahankan Kemerdekaan

    a. Perundingan Linggarjati (25 Maret 1947)
    Perundingan dilakukan antara RI (diwakili PM. Sutan Sjahrir) dengan Belanda (Prof. Schermerhorn) dengan penengah Lord Killearn (Inggris). Hasil perundingan :
    1) Belanda mengakui secara de facto wilayah RI atas Jawa, Madura dan Sumatera
    2) Belanda-RI setuju untuk membentuk sebuah Negara Indonesia Serikat
    3) Belanda dan NIS akan membentuk Uni Indonesia Beanda dengan Ratu Belanda sebagai Kepala Uni
    Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda mengingkari P. Lingarjati dengan melakukan Agresi Militer I. Tindakan ini menimbulkan reaksi internasional dan PBB membentuk Komisi Tiga Negara.

    b. Perundingan Renville
    Perundingan di prakarsai oleh Komisi Tiga Negara. Dari RI diwakili oleh PM Aamir Sayarifusin dan Belanda diwakili oleh Abdul Kadir Widjojoadmodjo (BFO/Bijeenkomst Foor Federal Overlaag = Organisasi Negara-Negara Boneka bentukan Belanda). Perundingan diadakan diatas geladak Kapal USS Renville milik AS yang sedang berlabuh di Tanjung Priok.
    Hasil perundingan :
    1) diadakan persetujuan gencatan senjata
    2) disetujui garis demarkasi yangf memisahkan RI dengan kekuasaan Belanda
    3) TNI harus ditarik dari daerah kantong (milik Belanda) ke daerah RI di Yogyakarta

Pertanyaan Lainnya