membuat cerita binatang (fabel) tentang menjaga kebersihan di rumah
B. Indonesia
Rifqiardhan
Pertanyaan
membuat cerita binatang (fabel) tentang menjaga kebersihan di rumah
2 Jawaban
-
1. Jawaban Deriwardani1502
Dengan menjilati bagian rumahnya dengan lidah atau menggosokan badannya pada rumahnya jika dia ,dia akan menggali menggunakan moncong dan menguburnya dengan moncongnya juga -
2. Jawaban sartikaanggraeni22
Kancil dan kecoa
Tersebutlah seekor kecoa yang sedang gundah gulana dengan nasibnya yang sedang dihadapinya, dia selalu dianggap hewan pengganggu dirumah-rumah para Bapak petani.
Dalam kesempatan itu sang kecoa mengemban tugas dari seluruh saudara-saudaranya untuk mencari sang kancil binatang yang dianggap paling cerdik serta bijaksana pada zaman itu.
Dia berjalan-jalan tanpa arah tujuan sebab baru pertama kalinya dia berpergian jauh meninggalkan rumah Bapak petani, mencari ke hutan yang sekiranya terdapat hewan yang bernama kancil.
Setelah menempuh perjalan yang begitu jauh maka sampailah sang kecoa tersebut dipinggiran hutan yang kebetulan waktu itu sang kancil juga baru menginjakkan kakinya ditempat yang sama.
Sengaja sang kancil datang langsung dari rumahnya didalam hutan untuk mencari makan yang selalu terdapat banyak di padang rumput yang terhampar di pinggir hutan tersebut.
Tentu saja pertemuan yang tidak disengaja ini membuat hati sang kecoa merasa senang lalu dia pun menegur sang kancil, "hai kawan!" serunya. "Bukankah engkau sang kancil yang terkenal cerdik dan bijak itu?" sang kecoa bertanya.
Sang kancil lalu menoleh kebawah dan melihat satu jenis binatang kecil yang tadi bertanya kepadanya, " Oh! engkau rupanya yang bertanya kepadaku, siapakah kamu?" sang kancil balik bertanya setelah melihat hewan yang bertanya kepadanya.
"Aku kecoa, aku dan kelompokku sedang dalam masalah besar tinggal dirumah Bapak petani, mereka selalu saja membunuh dan memburuku," kata sang kecoa.
Sambil menangis sang kecoa menerangkan nasib seluruh kelompoknya yang dalam masalah besar akibat pemburuan besar-besaran yang dilakukan keluarga Bapak petani dirumahnya kepada sang kancil.
"Sengaja aku datang jauh-jauh mencarimu untuk memohon petunjuk," lanjut sang kecoa menyambung perkataannya.
Sang kancil mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti masalah yang sedang dihadapi sang kawan barunya kecoa,
"Baiklah engkau boleh datang kerumahku lalu carilah buku biologi bangsa kecoa dan buku yang berkaitan dengan rumah sehat, aku akan membantumu setelah engkau tamat membaca kedua buku tersebut," kata sang kancil.
Lalu mereka pun berdua berjalan kearah hutan menuju rumah sang kancil yang cukup jauh juga jaraknya dan setelah sampai, sang kecoa dia beri dua buku yang harus dibaca serta dipelajarinya.
Sejak saat itu sang kecoa resmi menjadi tamu kehormatan sang kancil untuk mempelajari buku biologi tentang kehidupan kecoa serta tidak lupa mengingat point-point yang sangat berguna bagi kehidupannya.
Setelah selesai membaca tentang kehidupan biologi kecoa lalu berlanjut membaca buku tentang rumah sehat barulah disini sang kecoa mengerti tentang bagaimana manusia yang selalu ingin hidup sehat.
Dengan selalu menjaga kebersihan rumahnya sang manusia hidup sehat, sementara dirinya bangsa kecoa dianggap manusia sebagai pembawa kuman penyakit yang menempel dalam badannya, tentu saja manusia memburunya dan mengusir dari rumahnya.
Tidak terasa sang kecoa telah seminggu menginap di rumah sang kancil yang baik hati, dia selalu datang mencari makanan dengan oleh-oleh untuknya yaitu sisa-sisa makanan yang dibuang manusia ditengah jalanan hutan.
Sungguh seorang tuan rumah yang sangat baik hati dan perhatian terhadap tamu yang menginap di rumahnya, betapa sang kecoa sangat berterima kasih sekali diperlakukan sangat istimewa.
Sore itu saat sang kancil pulang dari mencari makan, "Bagaimana engkau telah mengerti tentang isi buku yang telah kamu baca?" tanya sang kancil.
"Aku hanya bisa mengerti sedikit tentang kehidupan manusia yang selalu ingin hidup bersih di rumahnya, namun tentang biologi kecoa bangsaku sendiri aku malah tidak mengerti sama sekali," kata sang kecoa menjawab.
Sang kancil tertawa kecil mendengar jawaban sang tamunya lalu bertanya lagi, "Engkau sendiri pasti tahu apa yang suka dimakan bangsamu.?" tanya sang kancil.
"Tentu saja aku tahu, namun selama ini aku hanyalah memakan makanan si